7 Strategi Omnichannel Marketing untuk Meningkatkan Penjualan
Di tengah perkembangan digital, pelanggan kini dapat berinteraksi dengan bisnis melalui berbagai channel, mulai dari website, media sosial, marketplace, aplikasi, hingga toko fisik. Mereka juga mengharapkan pengalaman yang mudah dan konsisten ketika berpindah dari satu channel ke channel lainnya. Kondisi ini membuat bisnis perlu memiliki strategi yang mampu menghubungkan setiap titik interaksi tersebut.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah omnichannel marketing. Strategi ini tidak hanya berfokus pada penggunaan banyak channel, tetapi juga mengintegrasikan berbagai channel agar dapat memberikan pengalaman pelanggan yang lebih terhubung dan konsisten.
Lalu, bagaimana cara menerapkan omnichannel marketing agar dapat membantu meningkatkan penjualan?
7 Strategi Omnichannel Marketing untuk Meningkatkan Penjualan
Berikut 7 strategi omnichannel marketing yang dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan penjualan.

1. Kenali Customer Journey di Setiap Channel
Langkah pertama adalah memahami bagaimana pelanggan berinteraksi dengan bisnis. Pelanggan mungkin pertama kali mengenal produk melalui Instagram, kemudian mencari informasi lebih lanjut di Google, membandingkan harga di marketplace, dan akhirnya membeli melalui website atau toko fisik.
Karena itu, bisnis perlu memetakan setiap tahapan customer journey. Perhatikan channel yang digunakan pelanggan pada tahap awareness, consideration, hingga purchase.
Dengan memahami perjalanan tersebut, bisnis dapat menentukan bagaimana setiap channel saling mendukung dan membuat proses pelanggan berpindah dari satu channel ke channel lainnya menjadi lebih mudah.
2. Integrasikan Data Pelanggan
Data pelanggan menjadi bagian penting dalam strategi omnichannel marketing. Informasi seperti riwayat pembelian, produk yang pernah dilihat, interaksi dengan campaign, dan preferensi pelanggan dapat membantu bisnis memahami kebutuhan mereka.
Pastikan data dari berbagai channel dapat dikelola secara terintegrasi. Dengan begitu, bisnis tidak perlu memperlakukan pelanggan sebagai orang yang berbeda ketika mereka berpindah dari media sosial ke website atau dari marketplace ke toko fisik.
Data yang terorganisir juga dapat membantu bisnis memberikan komunikasi dan penawaran yang lebih relevan.
3. Berikan Pengalaman yang Konsisten di Semua Channel
Pelanggan sebaiknya mendapatkan informasi dan pengalaman yang konsisten di setiap channel. Hal ini mencakup identitas visual, informasi produk, harga, promosi, hingga cara brand berkomunikasi dengan audiens.
Misalnya, jika sebuah produk sedang mendapatkan promosi tertentu, informasi mengenai promosi tersebut sebaiknya tidak berbeda antara website, media sosial, dan marketplace.
Konsistensi dapat membantu pelanggan memahami penawaran dengan lebih mudah dan mengurangi kebingungan ketika mereka berpindah channel.
Baca Juga: 15 Contoh Slogan Produk Terkenal di Indonesia untuk Inspirasi Bisnis
4. Hubungkan Media Sosial dengan Channel Penjualan
Media sosial tidak hanya dapat digunakan untuk meningkatkan awareness. Channel ini juga dapat menjadi bagian dari customer journey menuju pembelian.
Bisnis dapat mengarahkan audiens dari konten media sosial menuju website, marketplace, atau halaman produk. Pastikan link dan CTA yang digunakan mudah ditemukan dan sesuai dengan tujuan campaign.
Selain itu, bisnis dapat memanfaatkan fitur social commerce yang tersedia di platform tertentu untuk mempersingkat perjalanan pelanggan dari melihat produk hingga melakukan pembelian.
5. Gunakan Personalisasi Berdasarkan Perilaku Pelanggan
Setiap pelanggan memiliki kebutuhan dan perilaku yang berbeda. Karena itu, komunikasi yang sama untuk semua orang belum tentu memberikan hasil yang optimal.
Bisnis dapat menggunakan data dan aktivitas pelanggan untuk membuat komunikasi yang lebih relevan. Misalnya, pelanggan yang pernah melihat kategori produk tertentu dapat diberikan rekomendasi produk yang masih berkaitan dengan minat mereka.
Personalisasi juga dapat diterapkan melalui email, iklan, website, maupun media sosial. Namun, pastikan penggunaannya tetap memperhatikan privasi dan izin pelanggan.
6. Manfaatkan Retargeting di Berbagai Channel
Tidak semua pelanggan langsung melakukan pembelian setelah menemukan sebuah produk. Ada yang masih mencari informasi, membandingkan harga, atau menunda keputusan pembelian.
Retargeting dapat digunakan untuk menjangkau kembali pelanggan yang sebelumnya sudah berinteraksi dengan bisnis. Misalnya, seseorang mengunjungi halaman produk tetapi belum membeli. Bisnis dapat menampilkan iklan yang relevan ketika orang tersebut kembali menggunakan platform digital.
Strategi ini dapat membantu menjaga brand tetap berada dalam pertimbangan pelanggan. Namun, frekuensi iklan perlu dikontrol agar komunikasi tidak terasa berlebihan atau mengganggu.
7. Evaluasi Performa Setiap Channel Secara Berkala
Strategi omnichannel marketing perlu terus dievaluasi untuk mengetahui apakah setiap channel benar-benar memberikan kontribusi terhadap tujuan bisnis.
Beberapa metrik yang dapat dipantau antara lain:
Website traffic
Engagement rate
Conversion rate
Customer acquisition cost (CAC)
Customer lifetime value (CLV)
Jumlah transaksi
Repeat purchase rate
Revenue dari setiap channel
Jangan hanya melihat performa channel secara terpisah. Perhatikan juga bagaimana satu channel membantu pelanggan berpindah ke channel lainnya hingga akhirnya melakukan pembelian.
Dengan evaluasi secara berkala, bisnis dapat mengetahui bagian mana yang perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dioptimalkan.
Baca Juga: 7 Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen
Maksimalkan Omnichannel Marketing dengan Influencer yang Tepat
Influencer marketing dapat menjadi salah satu bagian dari strategi omnichannel untuk memperluas jangkauan brand di media sosial dan mengarahkan audiens ke berbagai channel bisnis, seperti website, marketplace, atau halaman produk.
Jika Anda ingin mengintegrasikan influencer marketing ke dalam campaign omnichannel, IAM.ID dapat membantu bisnis menemukan influencer yang sesuai dengan target audiens dan kebutuhan campaign. Dengan creator yang tepat, brand dapat membangun titik interaksi tambahan dengan audiens sekaligus menghubungkannya dengan channel pemasaran lainnya.
Jangkau lebih banyak audiens dan kembangkan campaign omnichannel Anda bersama IAM.ID. Hubungi kami di sini!



