7 Cara Membuat Strategi Marketing yang Disukai Gen Z
Generasi Z atau Gen Z kini menjadi salah satu kelompok konsumen yang semakin penting bagi brand. Tumbuh di tengah perkembangan internet dan media sosial membuat Gen Z memiliki cara yang berbeda dalam mencari informasi, berinteraksi dengan brand, hingga mengambil keputusan pembelian.
Mereka cenderung tertarik pada konten yang autentik, relevan, interaktif, dan tidak terasa terlalu hard selling.
Karena itu, strategi marketing yang berhasil pada generasi sebelumnya belum tentu memberikan hasil yang sama ketika diterapkan untuk Gen Z. Brand perlu memahami kebiasaan dan preferensi mereka agar pesan pemasaran dapat terasa lebih personal dan relevan.
Lantas, bagaimana cara membuat strategi marketing yang disukai Gen Z? Berikut 7 cara yang bisa diterapkan brand untuk menarik perhatian, membangun engagement, dan menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan audiens Gen Z.
7 Strategi Marketing Gen Z yang Efektif
Strategi marketing untuk Gen Z sebaiknya tidak berfokus pada promosi secara terus-menerus. Brand perlu memahami apa yang mereka sukai, bagaimana mereka mengonsumsi konten, serta alasan yang membuat mereka tertarik atau percaya pada suatu brand. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan.

1. Buat Konten yang Autentik dan Relatable
Gen Z cenderung lebih tertarik pada konten yang terasa nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Konten yang terlalu dibuat-buat atau hanya berisi promosi produk dapat lebih mudah diabaikan.
Brand dapat membuat konten yang membahas masalah sehari-hari, tren yang sedang relevan, pengalaman menggunakan produk, atau cerita di balik sebuah brand. Penggunaan bahasa yang natural juga dapat membuat komunikasi terasa lebih seperti percakapan daripada iklan.
Misalnya, daripada hanya menampilkan keunggulan produk, brand dapat membuat video yang menunjukkan bagaimana produk tersebut digunakan dalam situasi sehari-hari.
2. Manfaatkan Video Pendek di Media Sosial
Video pendek menjadi salah satu format konten yang efektif untuk mendapatkan perhatian audiens dengan cepat. Platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan marketing secara singkat dan menarik.
Konten tidak harus selalu berupa promosi. Brand bisa membuat tutorial, tips, behind the scenes, storytelling, product demonstration, atau konten hiburan yang masih relevan dengan produknya.
Hal pentingnya adalah membuat beberapa detik pertama cukup menarik agar audiens memiliki alasan untuk terus menonton.
3. Gunakan Influencer yang Relevan dengan Audiens
Influencer marketing dapat menjadi strategi yang efektif untuk menjangkau Gen Z, terutama ketika influencer yang dipilih memiliki audiens yang sesuai dengan target brand.
Namun, jumlah followers bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Brand juga perlu melihat niche, engagement, gaya komunikasi, serta hubungan influencer dengan audiensnya.
Micro influencer, misalnya, dapat menjadi pilihan ketika brand ingin menjangkau komunitas yang lebih spesifik. Influencer yang benar-benar memahami produknya juga dapat membuat rekomendasi terasa lebih natural dibandingkan iklan yang terlalu formal.
Baca Juga: 100 Contoh Call to Action (CTA) Menarik, Pasti Tingkatkan Klik Produk Anda!
4. Libatkan Audiens melalui User-Generated Content
Gen Z tidak hanya ingin menjadi penonton. Mereka juga dapat menjadi bagian dari percakapan sebuah brand. Salah satu cara untuk mendorong hal tersebut adalah menggunakan user-generated content (UGC).
Brand dapat mengajak pelanggan membagikan pengalaman mereka menggunakan produk, membuat challenge, mengunggah review, atau menggunakan hashtag tertentu. Konten dari pelanggan kemudian dapat ditampilkan kembali di media sosial brand, tentunya dengan izin yang sesuai.
Selain meningkatkan interaksi, UGC juga dapat memberikan social proof karena calon pelanggan dapat melihat pengalaman nyata dari pengguna lain.
5. Hindari Hard Selling dan Utamakan Value
Salah satu kesalahan yang dapat dilakukan brand ketika menyasar Gen Z adalah terlalu sering melakukan hard selling. Jika setiap konten hanya berisi ajakan membeli, audiens dapat kehilangan ketertarikan.
Sebaliknya, berikan value terlebih dahulu. Misalnya, brand kecantikan dapat memberikan tips perawatan kulit, brand fashion dapat membagikan inspirasi outfit, atau brand makanan dapat membuat konten resep dan tips kuliner.
Dengan pendekatan ini, brand tidak hanya hadir ketika ingin menjual produk, tetapi juga memberikan alasan bagi audiens untuk terus mengikuti dan berinteraksi dengan brand.
6. Bangun Brand yang Memiliki Nilai dan Identitas yang Jelas
Bagi sebagian konsumen Gen Z, brand bukan hanya tentang produk yang dijual. Cara sebuah brand berkomunikasi, nilai yang dibawa, dan bagaimana brand tersebut memperlakukan komunitasnya juga dapat memengaruhi persepsi mereka.
Karena itu, brand perlu memiliki identitas yang jelas dan konsisten. Nilai tersebut kemudian harus terlihat dalam komunikasi, konten, maupun pengalaman pelanggan.
Namun, jangan hanya menggunakan isu atau nilai tertentu sebagai gimmick marketing. Jika brand ingin membangun kepercayaan, pesan yang disampaikan harus sesuai dengan tindakan nyata perusahaan.
7. Bangun Interaksi dan Komunitas, Bukan Sekadar Followers
Jumlah followers memang dapat menjadi salah satu indikator perkembangan akun, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan marketing Gen Z.
Brand juga perlu memperhatikan bagaimana audiens berinteraksi dengan konten. Komentar, share, mention, diskusi, hingga partisipasi dalam campaign dapat menunjukkan bahwa audiens benar-benar terlibat.
Untuk membangun hubungan yang lebih kuat, brand dapat membuat komunitas, mengadakan interactive campaign, mengajak audiens memberikan pendapat, atau merespons komentar dan pertanyaan mereka. Semakin terasa dua arah komunikasinya, semakin besar peluang audiens merasa dekat dengan brand.
Marketing ke Gen Z bukan berarti brand harus mengikuti setiap tren yang sedang viral. Yang lebih penting adalah memahami karakter audiens dan menciptakan komunikasi yang relevan dengan mereka.
Baca Juga: 10 Cara Menjadi Content Creator Fulltime yang Sukses untuk Pemula
Jangkau Gen Z dengan Influencer yang Tepat Bersama IAM.ID
Jika Anda ingin menjangkau Gen Z melalui influencer marketing, pemilihan influencer yang tepat menjadi salah satu langkah penting. IAM.ID membantu brand menemukan influencer yang sesuai dengan target audiens dan kebutuhan campaign, sehingga strategi influencer marketing dapat berjalan lebih efektif.
Platform IAM.ID juga menyediakan sistem untuk membantu pengelolaan campaign dan memantau performa influencer.
Ingin membuat campaign yang lebih relevan untuk Gen Z? Konsultasikan kebutuhan influencer marketing brand Anda bersama IAM.ID dan temukan influencer yang tepat untuk menjangkau audiens Anda. Hubungi kami di sini!



